3 Desember 2021 2:08 pm

Beberapa Komponen Kopling Mobil Yang Wajib Kamu Ketahui

Pengertian Kopling Mobil

Kopling atau dalam bahasa inggrisnya disebut Clutch merupakan salah satu komponen yang harus ada pada mobil manual, kopling adalah komponen peralatan yang menghubungkan roda gigi transmisi dan poros engkol sehingga roda belakang kendaraan bisa bergerak. Fungsi kopling pada mobil atau kendaraan adalah untuk mengubah tingkat kecepatan mesin sesuai keinginan pengendara

Jenis dan fungsi kopling juga sangat beragam yang disesuaikan dengan desain mobil yang digunakan. Seiring perkembangan dunia otomotif, kopling juga mulai dikembangkan dengan berbagai elemen tambahan yang membuat performa kendaraan roda empat semakin baik.

Komponen Kopling Mobil
Berikut ini, beberapa komponen kopling mobil manual yang perlu kamu ketahui, yaitu:




1. Pedal Kopling (clutch pedal)

Pedal kopling merupakan salah satu komponen kopling yang sangat penting, karena tanpa adanya pedal kopling seorang pengendara juga tidak akan bisa mengendalikan komponen kopling lainya. Biasanya, pedal tersebut terdapat di bagian kiri dan diinjak dengan menggunakan kaki kiri untuk memudahkan kemudinya. Pedal kopling berfungsi untuk mengatur jarak kopling dengan flywheel. Tak hanya itu, komponen ini juga berfungsi sebagai penerus atau pemutus aliran mesin ke sistem penggerak.

2. Master silinder kopling

Master silinder memiliki fungsi untuk mengubah tenaga mekanis dari pedal menjadi tekanan hidrolik. Master silinder kopling dilengkapi dengan sebuah piston. Di samping itu, master silinder kopling juga masih terhubung dengan sistem pengereman melalui selang minyak rem.

3. Master silinder kopling atas

Master silinder dibagi menjadi dua, yaitu master silinder kopling atas dan master silinder kopling bawah. Master silinder kopling atas terhubung langsung dengan push rod jadi berfungsi untuk menerima tekanan dari pedal kopling. Tekanan itu kemudian diteruskan ke master silinder kopling bawah melalui fluida atau cairan khusus.

4. Master silinder kopling bawah

Komponen ini memiliki fungsi untuk menerima tekanan dari master silinder kopling atas. Tekanan tersebut disalurkan oleh fluida khusus. Dari master silinder kopling bawah, barulah tekanan diteruskan ke release fork atau garpu pembebas yang fungsinya sebagai semacam media pendorong.

5. Aktuator silinder

Fungsi dari komponen ini adalah untuk mengubah tekanan hidrolik kembali menjadi tenaga mekanis. Ada dua jenis aktuator silinder yaitu tipe luar dan tipe dalam. Tipe luar terletak di luar rumah kopling. Sedangkan untuk tipe dalam, letaknya ada di dalam rumah kopling.
Ciri khasnya komponen ini tidak memiliki release fork karena gerakan dari aktuator langsung diteruskan ke release bearing. Selain itu, tipe ini juga tidak memiliki adjuster.

6. Hydrolic clutch pipe

Hydrolic clutch pipe merupakan komponen kopling mekanik berbentuk selang yang bertugas mengalirkan tekanan hidrolik. Material ini digunakan karena tingginya tekanan hidrolik yang mengalir di dalam pipa. Meski begitu, biasanya pada bagian ujung pipa akan terdapat perubahan material.

Kebanyakan ujung hydrolic clutch pipe menggunakan material mika. Namun, ada juga yang terbuat dari material besi. Material mika dipilih karena relatif kuat dan ringan.

7. Garpu pembebas (release fork)

Garpu pembebas adalah komponen kopling mekanik yang bertugas untuk mengubah tenaga mekanis dari aktuator silinder supaya bisa diteruskan ke release bearing. Komponen ini bekerja seperti pedal kopling, yaitu prinsip pengungkit. Panjang garpu akan sangat memengaruhi besar tekanan yang dihasilkan.

Garpu pembebas dengan lengan yang panjang umum ditemukan pada kendaraan dengan beban berat seperti truk dan bus. Ini karena lengan garpu yang panjang akan membuat kopling semakin ringan. Sedangkan garpu pembebas yang lebih pendek umum ditemukan pada mobil multi-purpose vehicle (MPV) dan sedan.

8. Release bearing

Release bearing memiliki tugas untuk menyalurkan tekanan yang berasal dari garpu pembebas atau actuator cylinder. Dengan begitu, tekanan dapat digunakan untuk menekan pegas diafragma. Bentuknya serupa cincin tebal, sehingga memungkinkan release bearing untuk mampu terhubung dengan garpu pembebas sekaligus pegas diafragma.

9. Tutup kopling (clutch cover)

Komponen kopling pada mobil manual selanjutnya adalah tutup kopling atau clutch cover. Tutup kopling bertindak layaknya sebuah “rumah” bagi beberapa komponen seperti pegas diafragma serta pelat penekan. Letaknya menyelimuti kampas kopling dan terhubung langsung dengan roda gila (flywheel). Konfigurasi seperti ini membuat tutup kopling ikut berputar saat roda gila berputar. Pegas diafragma yang ada di dalam tutup kopling bertugas menekan pelat penekan. Ini terjadi saat Anda sedang tidak menginjak pedal kopling. Sebaliknya, saat Anda menginjak pedal kopling, pegas diafragma akan menarik pelat penekan.

10. Pelat penekan (pressure plate)

Proses kerjanya pressure plate sangat mudah untuk dipahami. Pressure plate atau pelat penekan memiliki fungsi untuk menekan clutch plate dan meneruskan tekananan dari friction plate menuju kampas kopling. Dengan begitu, kampas kopling pun akan terhimpit roda gila. Bentuknya serupa piringan yang terbuat dari material besi tuang dengan lubang di bagian tengah. Plat penekan tersebut akan berputar mengikuti putaran gigi primer kopling.Komponen ini dibuat tebal agar mampu menahan tekanan tanpa terjadi keausan. Letaknya berdekatan dengan tutup kopling dan kampas kopling. Sama seperti tutup kopling, pelat penekan juga akan ikut bergerak saat roda gila bergerak.

11. Pelat kopling

Pelat kopling adalah sebuah komponen yang fungsinya untuk menerima putaran mesin agar dapat diteruskan ke transmisi. Pelat kopling yang optimal harus mampu meneruskan putaran mesin dengan halus. Oleh karenanya, pelat kopling selalu terbuat dari material yang kuat seperti baja dan kemudian dilapisi dengan bantalan kampas. Letaknya berada di antara pelat penekan dan roda gila. Pada saat kopling digunakan, maka komponen ini pun akan terhimpit pelat penekan dan roda gila. Dengan begitu, putaran mesin dapat terhubung. Sedangkan saat kopling tidak digunakan, komponen ini akan terlepas dari pelat penekan dan roda gila. 

Itu dia ulasan seputar komponen kopling. Semoga ulasan ini dapat memberikan informasi yang menarik dan bermanfaat untuk Anda. Bagi yang berminat untuk mengikuti kursus mekanik otomotif mobil, silahkan kunjungi Kursus Otomotif Jogja. Tunggu pendaftaran untuk siswa gelombang selanjutnya.
Blog Post Lainnya
Social Media
Hubungi Kami:
0811444010
0811444010
otomotifjogjakartacentre@gmail.com
dibuat denganberdu
@2022 Otomotif Jogjakarta Centre Auto Course Inc.